Hari ini duapuluh sembilan Mei duaribu sembilan.
Tadi malam aku terjaga oleh bunyi alarm. Tepat pukul 00.00. Ketika aku baca catatan kaki di layar mungil itu, hatiku bergumam kecil.
“Selamat ulang tahun..”
Segera saat itu kukirim pesan singkat untuknya. Hanya dua baris kalimat yang pendek.
Entah kenapa justru di hari ini aku jadi kelu. Beribu kata hilang entah kemana. Aku mendesah, kukira itu sudah cukup mewakili suara hati.
Dan fajar pun merekah di balik punggung gunung. Mengirim pesan pada awan-awan yang membias jingga, bahwa pagi telah menggeliat. Nafas hari kembali berdenyut dalam angin yang membelai batang-batang nyiur. Harum kembang setaman dalam simbahan embun, seolah mereka bergumam untukmu.
“Hari ini milikmu, sahabatku!”
Read More…
Duapuluh Sembilan Mei Duaribu Sembilan
Posted in catatan harian | Tags: doa, Harapan
Kembara Lara
Malam ini aku sudahi perjalananku di tepi telaga
Memandang bulan yang perak di riak airnya yang tenang mengalun
Akan kunyalakan api sebagai tungku tempatku berdiang dari dingin dan kabut
Diantara batang-batang pinus dan rumput-rumput basah..
Lalu kusenandungkan sebuah syair cinta dari petikan dawai-dawai gitarku..
Bening mengalun, memecah sunyi, bersama tarian api yang menyala dari kayu bakar itu
Meski suaraku terdengar parau
tak semerdu bidadari
Namun angin kan menerbangkannya menuju ke peraduanmu di bukit nan tinggi
Aku akan tetap di sini
menunggu fajar tiba
menyibak malam dalam cahaya purnama yang bulat pepat..
Ditemani desau angin yang meninabobokanku
dan desah ranting-ranting pinus yang menaungiku..
Terlelap mendekap mimpi ..
Merakit harapan di telaga bersama setitik angan yang tersisa
Pagiku esok kan terasa lebih berwarna.. ??
Semoga saja..
SEBUAH JANJI
Abang, ..
Semalam kulihat wajah rembulan yang memuram di puncak langit. Menggeliat awan-awan terserak. Saling menutupi dan memeluk wajahnya yang duka. Angin tak lagi ramah menyapa permukaan kulitku.
Abang ..
Di pusaran jam dan menitnya kutitipkan hatiku pada-Nya. Bersama desahan nyiur yang menggeliat dibuai angin. Biarlah langkah-langkahku mengiringi rona pagimu esok hari.
Tak usah kau simpan sedihmu. Sebab kita telah berjanji untuk bertemu di gerbang rahmat-Nya.
Amin
Posted in Harapan, catatan harian | Tags: Harapan
INDAHNYA MEMAAFKAN
Memaafkan adalah sesuatu hal yang sangat sulit dan berat. Terkadang kita sangat mudah untuk berkata maaf pada seseorang, tapi apakah permohonan maaf kita sudah mendapatkan maaf dari orang tersebut.?Tak ada hal lain yang lebih berat selain memberi maaf, terlebih memberi maaf pada seseorang yang sempat atau pernah menyakiti hati kita.
Namun, perlu disadari bahwa hanya dengan memberi maaf pada seseorang yang pernah menyakiti hati kita, akan membawa pengaruh yang sangat positif bagi jiwa kita. Kita akan mudah menjalani hari-hari ini dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT selalu berkenan mengabulkan setiap permohonan apapun, jika hati kita telah terbebas dari pengaruh kebencian ataupun dendam. Sebab hati kita telah berlapang dada menyingkirkan setiap titik kebencian yang ada dalam hati.
Yakinlah, bahwa memaafkan lebih mulia dan membawa ketenangan batin. Bukankah memaafkan itu adalah salah satu dari sifat Allah SWT. Bayangkan, Alloh Yang Maha Pengampun saja masih mau menerima taubat dan memaafkan dosa-dosa hamba-Nya yang mau kembali ke jalan-Nya. Sedangkan kita hanyalah manusia yang banyak kekurangan dan kelemahan.
Sudah semestinya sebagai makhluk sosial, yang hidup berdampingan, saling memberi maaf dan tidak sungkan meminta maaf jika ada salah atu diantara kita yang melakukan kesalahan. Semoga pada saat hati kita tulus memaafkan seseorang, Alloh pun berkenan memaafkan dan menghapus setiap dosa yang kita perbuat.
Amin ya robbal alamin.
Posted in catatan harian | Tags: renungan